Sistem Tiket Planetarium Jakarta Diatur Ketat untuk Cegah Calo

Sistem Tiket Planetarium Jakarta Diatur Ketat untuk Cegah Calo

ANGKARAJA — Tingginya minat masyarakat untuk menyaksikan pertunjukan di Teater Bintang Planetarium Jakarta mendorong pengelolanya, PT Jakarta Propertindo (Jakpro), untuk memastikan sistem penjualan tiket berjalan dengan tertib dan transparan. Planetarium yang sempat vakum beroperasi sejak 2012 ini akhirnya diresmikan kembali oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pada Selasa, 23 Desember 2025, setelah melalui berbagai proses renovasi dan perbaikan. Dua hari kemudian, tempat ini pun dibuka untuk kunjungan umum.

Mekanisme Ketat Berbasis Kuota

Sebagai pengelola kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakpro menyatakan bahwa seluruh mekanisme penjualan tiket telah dirancang secara terintegrasi dan berbasis kuota. Langkah ini diambil untuk mencegah maraknya praktik percaloan dan penipuan yang kerap merugikan pengunjung.

“Sistem distribusi tiket Teater Bintang Planetarium telah kami atur secara ketat berbasis kuota. Tidak ada penambahan kapasitas di luar tiket yang tersedia, sehingga pengunjung yang memiliki tiket dapat menyaksikan pertunjukan dengan aman dan nyaman,” jelas Anya A Christiana, Head of SBU Taman Ismail Marzuki Jakpro, dalam keterangan resminya.

Dua Skema Pembelian Resmi

Untuk saat ini, penjualan tiket Planetarium hanya dapat dilakukan melalui dua kanal resmi. Pertama adalah pembelian secara daring (online), dan kedua adalah pembelian langsung atau on the spot di lokasi. Jakpro menerapkan pembagian kuota yang seimbang, yaitu 50 persen dari total tiket untuk setiap jadwal pertunjukan dialokasikan untuk penjualan online, dan 50 persen sisanya untuk pembelian langsung di lokasi.

Skema pembagian kuota ini diterapkan sesuai dengan arahan Gubernur DKI Jakarta. Tujuannya adalah untuk menciptakan akses yang lebih adil dan merata bagi seluruh masyarakat yang ingin menikmati pertunjukan.

Komitmen Anti Calo dan Penipuan

Anya menegaskan bahwa sistem ini dibangun dengan komitmen kuat untuk memberantas praktik calo, penipuan, maupun dugaan keterlibatan oknum tidak bertanggung jawab. “Jakpro tidak bekerja sama dengan pihak ketiga, perorangan, atau kanal tidak resmi dalam pendistribusian tiket,” tegasnya.

Dengan demikian, diharapkan seluruh proses perolehan tiket dapat berjalan lancar, memberikan pengalaman yang menyenangkan, dan terhindar dari segala bentuk manipulasi yang merugikan pengunjung.

shopee88.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *