ANGKARAJA — Menjelang peringatan Hari Lingkungan Hidup Nasional, sebuah gerakan lingkungan ambisius diluncurkan di Sumatera Barat. Rumah Aktivis Sejahtera, melalui Rimbo Andalas Project, menargetkan penanaman satu juta pohon di seluruh wilayah provinsi tersebut. Kota Padang ditetapkan sebagai lokasi peluncuran perdana, dengan target sepuluh ribu pohon untuk membantu memulihkan kerusakan ekologis pascabencana.
Peluncuran Bertahap dengan Target Jangka Panjang
Ketua Rumah Aktivis Sejahtera, Febriandi Putra, menjelaskan bahwa pelaksanaan akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal di Kota Padang, dua ribu pohon akan ditanam dalam kegiatan launching yang direncanakan berlangsung pada akhir Januari 2026. Target keseluruhan untuk kota ini adalah sepuluh ribu pohon.
Febriandi menekankan bahwa gerakan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, aktivis, komunitas lingkungan, hingga pemerintah daerah. Kolaborasi multipihak ini dianggap kunci untuk keberhasilan dan keberlanjutan program.
Fokus pada Empat Daerah Aliran Sungai Kritis
Rimbo Andalas Project akan memusatkan upaya penanaman pada empat titik Daerah Aliran Sungai (DAS) utama di Kota Padang yang dinilai kritis. Keempat DAS tersebut adalah Batang Kuranji, Air Dingin, Batang Kandis, dan Pengambangan/Batang Arau (Batu Busuk).
Pemilihan lokasi ini didasarkan pada kondisi lingkungan yang memerlukan pemulihan mendesak serta peran vital DAS dalam menjaga keseimbangan ekologi dan mengurangi risiko bencana. Sebagai contoh, DAS Batang Kuranji telah mengalami pelebaran signifikan dari 15 meter menjadi 150 meter pasca banjir bandang dan longsor.
Kondisi Geologis yang Memerlukan Perhatian
Anton Sudarwo dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Agam Kuantan Kementerian Kehutanan memberikan analisis mengenai kerentanan DAS Kuranji. Jenis tanah di daerah tersebut didominasi oleh kambisol, yang merupakan tanah muda dan belum stabil, sehingga rentan terhadap pergeseran. Kondisi ini memperkuat urgensi dari upaya revegetasi dan konservasi yang dilakukan.
Dukungan Pemerintah dan Partisipasi Publik
Agenda lingkungan ini mendapatkan sambutan positif dari Pemerintah Kota Padang. Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyambut baik inisiatif tersebut dan memastikan kesiapan pemkot untuk memfasilitasi, baik dari sisi perizinan maupun koordinasi lintas instansi.
Fadly menegaskan bahwa upaya rehabilitasi seperti penanaman pohon harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan sebagai bagian integral dari strategi penanggulangan bencana yang berkelanjutan.
Panitia pelaksana juga membuka peluang partisipasi yang luas, tidak hanya dari pemerintah dan komunitas, tetapi juga dari sektor swasta dan masyarakat umum. Bentuk partisipasi dapat berupa keterlibatan langsung, penyediaan bibit, sarana pendukung, atau bantuan lainnya. Dukungan moril dan materiil ini diharapkan dapat memperkuat dampak gerakan dan menjamin keberlanjutannya.
Visi Jangka Panjang untuk Pemulihan Ekologi
Febriandi menyampaikan harapan bahwa Rimbo Andalas Project bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah upaya ekologis jangka panjang. Tujuannya adalah memperbaiki kondisi ekologi secara sistematis, sehingga dampak kerusakan lingkungan dapat diminimalisir dalam kurun waktu lima hingga sepuluh tahun ke depan.
Gerakan ini juga dipandang sebagai langkah strategis untuk menekan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor, yang kerap melanda Sumatera Barat akibat menyusutnya kawasan hijau dan degradasi daerah aliran sungai.