Liga335 — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan terkait dampak tidak langsung dari keberadaan Bibit Siklon Tropis 93S di wilayah Indonesia. Sistem cuaca ini diprakirakan memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa daerah, khususnya di Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Potensi Gelombang Tinggi di Perairan Selatan
Selain hujan lebat, BMKG juga mengimbau masyarakat dan nelayan untuk mewaspadai potensi gelombang laut dengan ketinggian kategori sedang, yaitu antara 1,25 hingga 2,5 meter. Wilayah yang berpotensi terdampak gelombang tinggi ini meliputi:
Samudra Hindia di selatan Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
Perairan selatan Jawa Timur.
Selat Bali, Lombok, dan Alas bagian selatan.
Analisis Kondisi dan Prospek Ke Depan
Berdasarkan hasil analisis terkini, kecepatan angin maksimum di sekitar sistem Bibit Siklon 93S tercatat mencapai 15 knot atau setara dengan 28 kilometer per jam, dengan tekanan udara minimum di pusatnya sebesar 1009 hektopascal (hPa).
Pengamatan menunjukkan bahwa awan konvektif atau awan penghasil hujan di sekitar sistem ini belum terorganisir dengan baik. Kondisi ini mengindikasikan bahwa proses penguatan sistem menjadi siklon tropis penuh diprakirakan akan berlangsung secara lambat dalam 24 jam ke depan. BMKG terus memantau perkembangan sistem ini dan akan memberikan pembaruan informasi secara berkala.